HARI AIR SEDUNIA MARI "MENGHARGAI AIR"

 

Menghargai Air

 


World Water Day atau Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 yang merupakan hari peringatan sekaligus menyadarkan masyarakat dunia akan betapa pentingnya air bagi kehidupan, serta bagaimana cara kita mengolah dan menjaga kebersihan sumber air secara berkelanjutan.   Perayaan tahunan ini dibuat untuk menarik perhatian publik dan mengubah pola pikir publik yang kurang akan kepeduliannya terhadap masalah air bagi kehidupan dan sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan bagaimana kita mengelola air di masa depan dengan bijak melalui kegiatan nyata #Water2me. Peringatan ini pertama kali diumumkan pada sidang umum PBB ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Peringatan ini di mulai pada tahun 1993 untuk memotivasi publik untuk memberikan dukungannya dalam konservasi air dengan mengurangi penggunaan keran air sepanjang hari. Pada tahun 2021 ini tema yang diusung oleh Hari Air Sedunia adalah “Hargai dan Cintai Air” lalu sudah kah kita memahami tentang keberadaan air selama ini? tanpa air penduduk bumi tidak akan bisa hidup, bisa kita lihat bahwa sebagian bumi bahkan dalam persentasenya bumi hampir di kelilingi oleh air, sehingga bisa dibilang tidak ada air tidak ada kehidupan, dan dimana ada air disitu pasti ada kehidupan. Tetapi perlu kita sadari bahwa keberadaan air tidak selamanya memberikan manfaat, namun juga dapat menimbulkan penyakit, dari volume air tawar yang ada ternyata tidak semua air tawar baik untuk dikonsumsi oleh manusia dan makhluk hidup hal ini karena terjadinya pencemaran, dulu sebelum terjadinya pencemaran air dipermukaan, seperti yang ada di sungai ataupun danau layak untuk dikonsumsi. Pernakah kita berpikir bagaimana jika kita hidup tanpa adanya air ataupun kekurangan air di muka bumi ini? maka akan muncul ketidakselarasan di bumi ini karena, keberadaan air dianggap sangat penting terlebih lagi diketahui bahwa hampir 75% permukaan bumi ditutupi oleh air dan manusia diperkirakan hanya dapat bertahan hidup tanpa mengkonsumsi air atau menahan haus sekitar tiga sampai lima hari sementara, tanpa makan dengan tetap mengkonsumsi air, manusia masih mampu bertahan hidup hingga delapan minggu. Sementara kondisi ketersediaan air bersih di berbagai daerah di Indonesia hingga saat ini masih sangat memprihatinkan kenaikan populasi juga sangat berpengaruh sangat besar terhadap ketersediaan air bersih, semakin banyak manusia semakin banyak juga air yang dibutuhkan sedangkan sumber air bersih tidak bertambah dan mengakibatkan terjadinya krisis air bersih, menurut situs dan data dari World Health Organization, air kotor dan sanitasi yang buruk meningkatkan resiko penyakit diare, dsentri, kolera, hepatitie A, tifus, dan infeksi sedangkan pada tahun 2017 sekitar 829.000 orang meninggal karena diare yang disebabkan mengkonsumsi air kotor.

Adapun permasalahan-permasalahan dari air yang harus kita hadapi selain krisis air bersih yang meningkatkan resiko penyakit  yaitu yang disebabkan oleh kondisi keberadaannya dari Segi Kuantitas, jika keberadaan air terlalu berlebihan atau melebihi daya tampung yang ada maka yang akan terjadi adalah banjir sementara, jika keberadaan air terlalu sedikit dari batas minimum keberadaannya, maka yang terjadi adalah masalah kekeringan. Dan terakhir dari Segi Kualitas, jika keberadaan air terlalu kotor ataupun tercemar maka akan mengakibatkan air tidak lagi dapat digunakan, permasalahan-permasalahan yang terjadi seringkali atau bahkan berkaitan satu dengan yang lainnya, faktor penyebabnya sendiri seperti bencana alam ataupun ulah dari aktivitas manusia. Kerusakan lingkungan di Indonesia telah menjadi keprihatinan banyak pihak, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Hal ini ditandai dengan meningkatnya bencana alam yang dirasakan, seperti bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan yang semakin meningkat. Rendahnya daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai suatu ekosistem diduga merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam yang terkait dengan air. Sumber daya alam adalah milik generasi yang akan datang, yang artinya kita yang hidup sekarang bertanggung jawab akan keberadaan sumber daya alam untuk generasi penerus kelak, upaya untuk menjaga lingkungan hidup harus dimulai dari diri kita sendiri dengan kesadaran bahwa menjaga lingkungan hidup sama saja dengan menyelamatkan air dan sumber daya air yang sangat penting bagi kehidupan kita. Menjaga dan mengelola air dan sumber air sama saja dengan upaya investasi jangaka panjang, hasilnya tidak akan bisa dirasakan langsung saat ini tetapi untuk generasi yang akan mendatang yaitu anak cucu kita. Dimulai dari manusia yang memilih untuk menjaga atau merusak lingkungannya, karna lingkungan yang baik akan menjamin kualitas dan kuantitas tersedianya air secara berkelanjutan, demikian pula sebaliknya. Dan air selain memberikan manfaat tetapi juga dapat menyebabkan bencana bagi manusia. Maka Hargai dan Cintai Air serta bijaklah dalam mengelola air, kalau bukan kita siapa lagi #Water2me.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS JARINGAN MENGGUNAKAN GEPHI